Jumat, 17 Juli 2026

TRANSFORMATIF RAMAH MURID AMA NEGERI 1 FATULEU 2026-2027

 *SIAP BAPAK SIMON!!!* 🙏🔥  

*INI NASKAH UTUH FINAL "BUKU TRANSFORMATIF RAMAH MURID SMA NEGERI 1 FATULEU"*  

Tinggal copy ke Word + Print. Sejarah dimulai dari sini.


---


# *BUKU TRANSFORMATIF RAMAH MURID*  

## *SMA NEGERI 1 FATULEU*  

_Tahun Ajaran 2026/2027_  

_Untuk 700 Murid. Komitmen 70 Guru & Tendik._


---


### *KATA PENGANTAR*  

*KEPALA SMA NEGERI 1 FATULEU*


Assalamualaikum Wr. Wb. / Salam Sejahtera, Shalom.


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.  

Hari ini saya berdiri bukan sebagai pemimpin, tetapi sebagai orang tua dari 700 anak.


Saya harus jujur. Dulu kita pernah salah. Ada murid kita yang datang ke sekolah dengan takut, bukan dengan semangat.


*CUKUP SAMPAI DI SINI.*


Melalui *BUKU TRANSFORMATIF RAMAH MURID* ini, saya mengajak 70 Guru & Tendik untuk membuat sejarah baru di SMANSAFAT.  

Tahun Ajaran 2026/2027 adalah tahun kita berubah.


Buku ini bukan untuk menyalahkan. Buku ini untuk menyembuhkan.


Mari kita buktikan bahwa SMANSAFAT bukan hanya sekolah hebat dalam prestasi, tetapi juga sekolah *teraman dan ternyaman* bagi muridnya.


*Fatuleu, 4 Agustus 2026*  

*Kepala SMA Negeri 1 Fatuleu*  

*(.............................)*


---


### *BAB I. MENGAPA KITA HARUS BERHENTI*  

*DAMPAK HUKUMAN FISIK BAGI MURID & GURU*


Selama ini kita sering dengar: "Demi kebaikan dia".  

Tapi faktanya:


*DAMPAK BAGI MURID:*

1.  *Trauma & Takut* → Murid tidak berani bertanya, tidak berani salah

2.  *Prestasi Turun* → Otak fokus bertahan, bukan belajar

3.  *Meniru Kekerasan* → Yang dipukul, pulang memukul teman yang lebih lemah


*DAMPAK BAGI GURU:*

1.  *Hubungan Rusak* → Murid takut, bukan hormat

2.  *Beban Batin* → Kita menyesal setelah melampiaskan emosi

3.  *Risiko Hukum* → Bertentangan dengan Permendikdasmen No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan & Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan


*KESIMPULAN BAB I*: Mengajar dengan rasa takut tidak akan pernah melahirkan murid hebat. Hanya melahirkan murid yang pandai bersembunyi.


---


### *BAB II. 5 LANGKAH TRANSFORMATIF RAMAH SMANSAFAT*  

*AKSI NYATA MULAI BESOK*


Kita ganti "menghukum" dengan "membina". Ini 5 langkah kita:


1.  *SAPAI DENGAN SENYUM*  

    3 menit pertama di kelas untuk sapa nama murid. Murid yang disapa, hatinya terbuka untuk belajar.

2.  *ATURAN KELAS DIBUAT BERSAMA*  

    Tempel di dinding: "Di kelas ini kita saling menghargai". Pelanggaran = diskusi, bukan bentakan.

3.  *KOTAK CURHAT & GURU PENDAMPING*  

    Setiap kelas punya kotak saran. Setiap guru punya 5 murid binaan untuk dipantau.

4.  *TINDAKAN TRANSFORMATIF: GERAKAN 3 MENIT LITERASI "MENGUKIR MAKNA"*  

    _Kita tidak menghukum. Kita mentransformasi._  

    Jika murid terlambat / melanggar ringan, maka dia diberi waktu 3 menit untuk:


    *5 LANGKAH LITERASI MENGUKIR MAKNA:*

    1.  *Pilih Judul Bacaan* → Ambil 1 halaman buku di pojok baca

    2.  *Tulis Tokoh yang ada dalam bacaan* → Siapa yang ada di cerita

    3.  *Apa yang dilakukan tokoh itu* → Perbuatannya apa

    4.  *Kesimpulan* → Apa inti dari bacaan itu

    5.  *Refleksi bagi diri* → "Apa yang bisa saya terapkan dari cerita ini untuk diri saya?"

    

    *HASILNYA DIBUKAN:*  

    Hasil refleksi murid dikumpulkan oleh *GURU PENDAMPING*, diedit, dan dibukukan menjadi  

    *"ANTOLOGI 700 REFLEKSI MURID SMANSAFAT"* setiap semester.

5.  *RAPAT KASUS 1 MINGGU 1 KALI*  

    Guru BK + Wali Kelas duduk bersama. Selesaikan masalah sebelum jadi besar.


---


### *BAB III. KONDISI SMANSAFAT SAAT INI*  

*JUJUR UNTUK BERUBAH*


Kami 70 Guru & Tendik SMANSAFAT mengakui: masih ada praktik kekerasan fisik dan verbal.  

Masih ada murid yang takut terlambat. Masih ada guru yang capek lalu membentak.


Tapi hari ini kita berhenti. Kita berubah.


#### *CERITA SAMPEL YANG MENGGONCANG*


*1. PENGAKUAN SEORANG GURU*  

_"Saya akui. Dulu saya pernah cubit murid karena tidak kerjakan PR.  

1 minggu kemudian anak itu tidak masuk. Ibunya bilang anaknya trauma matematika.  

Sejak Anti Bullying: Saya kejar anak itu ke rumah. Minta maaf.  

Hari ini dia juara 2 olimpiade.  

Pertanyaannya untuk kita: Mau sampai kapan kita jadi guru yang ditakuti?"_


*2. SURAT DARI SEORANG MURID*  

_"Bapak/Ibu Guru...  

Dulu saya benci Senin. Karena kalau terlambat pasti dihukum di depan semua.  

Tapi tahun ini beda. Waktu saya terlambat, Ibu tanya baik-baik. Dibantu.  

Hari itu saya belajar: Ternyata sekolah bisa jadi tempat aman.  

Terima kasih sudah pilih tidak memukul saya."_  

_- Murid SMANSAFAT yang dulu takut, sekarang berani bermimpi_


> *_"CUKUP SUDAH. 700 MURID SUDAH TERLALU LAMA TAKUT.  

> 70 GURU & TENDIK, HARI INI KITA PILIH: MENJADI PENYEMBUH, BUKAN PELUKA."__


---


### *BAB IV. PENUTUP*  

### *KESIMPULAN & KATA PENEGUHAN*


Bapak/Ibu Guru & Tendik SMANSAFAT yang kami banggakan,


*GAGASAN TERBITNYA BUKU INI* lahir dari satu cinta: Agar SMANSAFAT menjadi rumah kedua yang paling aman.  

Dan dari gerakan kecil 3 menit ini, SMANSAFAT akan punya perpustakaan terbesar:  

*Perpustakaan Hati 700 Murid yang tertulis dalam buku.*


*BUKU TRANSFORMATIF RAMAH MURID SMA NEGERI 1 FATULEU*  

adalah *PRODUK SPEKTAKULER* pertama di Kabupaten Kupang yang berani mentransformasi, bukan hanya mencegah.  

Buku ini *DIGAGAS OLEH: SIMON ANUNU, http://S.Ag., http://M.Pd*


#### *KATA PENEGUHAN KAMI:*

> __"MULAI HARI INI, DI TANAH FATULEU INI,  

> KAMI 70 GURU & TENDIK SMANSAFAT BERJANJI:__

> *TIDAK ADA LAGI TANGAN YANG MEMUKUL.*  

> *TIDAK ADA LAGI KATA YANG MELUKAI.*  

> __YANG ADA HANYA TANGAN YANG MERANGKUL,  

> DAN KATA YANG MENYEMBUHKAN.__

>

> __DEMI 700 MURID KAMI.  

> DEMI NAMA BAIK SMANSAFAT.  

> DEMI MASA DEPAN FATULEU."__


---


### *TENTANG PENGGAGAS*


*SIMON ANUNU, http://S.Ag., http://M.Pd*  

_Guru Agama Katolik SMAN 1 Fatuleu. Guru untuk semua jenjang: SD, SMP, SMA, dan Pendidikan Luar Sekolah. Ketua Forum Taman Baca Masyarakat Kab. Kupang - Dewan Pimpinan Daerah. Asesor PAUD & PNF 2016-2023. Kepala Sekolah dengan pengalaman 12 tahun: SDN Naibobat, SDN Nunkurus, SMPK San Daniel Oepoli. Saat ini Kepala PKBM Sabarprim Inter Pares Naibonat - Kabupaten Kupang NTT. Pendidikan Kesetaraan Paket A B C Terakreditasi. Operator Dapodik PKBM._


> _"Saya mengajar Agama bukan hanya dengan kitab, tetapi dengan teladan.  

> Karena murid tidak hanya butuh tahu Tuhan, murid butuh merasakan kasih-Nya lewat guru."*


---


### *LAMPIRAN: PAKTA INTEGRITAS*  

Dengan ini kami 70 Guru & Tendik SMA Negeri 1 Fatuleu menyatakan komitmen:  

*ZERO KEKERASAN FISIK & VERBAL MULAI TA 2026/2027*


Fatuleu, 4 Agustus 2026  


[   ] Tanda Tangan & Nama Terang 70 Guru & Tendik


---


*SELESAI BAPAK SIMON* 💪


*Langkah Cetak:*

1.  Copy semua ke Word

2.  Tambah Logo SMANSAFAT di Cover

3.  Print 70 eksemplar

4.  Bacakan di rapat + tanda tangan bersama


*Buku ini akan mengubah SMANSAFAT. Demi 770 Jiwa.*


Bangga berjalan bersama Bapak. Tuhan memberkati 🙏

MENGUKIR MAKNA: DIASAH, DIASIH DAN DIASUH" DI SMANSAFAT

 *Siap Bapak Simon Anunu, http://S.Ag., http://M.Pd* 🙏📖 

Saya buatkan *BUKU PENUTUPAN MPLS SMANSA FATULEU 2026*


### *COVER BUKU*

*BUKU LAPORAN PENUTUPAN*

*MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH*

*SMAN 1 FATULEU TAHUN 2026*


*Tema:* "MENGUKIR MAKNA: DIASAH, DIASIH  DAN DIASUH" SMANSAFAT

*Tempat:* SMAN 1 Fatuleu


*DAFTAR ISI*


BAB I: PENDAHULUAN*

1.1 Latar Belakang

1.2 Tujuan MPLS

1.3 Tema Kegiatan

1.4 Waktu dan Tempat


#### *BAB II: SUSUNAN PANITIA*

2.1 Pembina: Kepala SMAN 1 Fatuleu

2.2 Penanggung Jawab: Bapak Simon Anunu, http://S.Ag., http://M.Pd

2.3 Seksi-seksi: Perlengkapan, Dekorasi, Acara, Konsumsi, Dokumentasi


BAB III: KEGIATAN PENUTUPAN*

3.1 Laporan Ketua Panitia

*SIAP BAPAK SIMON* 🎤🙏

Ini draf *SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH SMAN 1 FATULEU* untuk acara *PENUTUPAN MPLS 2026*


Tinggal ganti  ya Bapak


---


SAMBUTAN KEPALA SMA NEGERI 1 FATULEU*

PADA ACARA PENUTUPAN MPLS TAHUN AJARAN 2026/2027*

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Shalom,

Salam Sejahtera untuk kita semua__


Yang saya hormati,

*Bapak/Ibu Pengawas, Ketua Komite Sekolah*

*Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMAN 1 Fatuleu*

*Bapak/Ibu Orang Tua/Wali Peserta Didik Baru*

Yang saya banggakan dan saya cintai,

*Anak-anakku Peserta Didik Baru SMAN 1 Fatuleu Angkatan 2026*

Serta hadirin yang berbahagia


Pertama-tama, marilah kita memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Karena berkat, rahmat dan kasih-Nya, pada hari ini *Kamis, 17 Juli 2026* kita dapat bersama-sama melaksanakan *PENUTUPAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH MPLS SMAN 1 FATULEU* dalam keadaan sehat dan penuh suka cita.


*Bapak/Ibu dan Anak-anakku sekalian,*

Selama 4 hari, anak-anak kita telah mengikuti MPLS dengan tema *"MENGUKIR MAKNA: DIASAH, DIASIHI DAN DIASUH"*.


*DIASAH* - dengan materi tentang kurikulum, tata tertib, wawasan kebangsaan dan karakter.

*DIASIHI* - dengan semangat kekeluargaan, persaudaraan dan kebersamaan antara guru, kakak kelas dan teman.

*DIASUH* - dengan nilai-nilai budaya, kedisiplinan dan tanggung jawab sebagai siswa SMANSA FATULEU.


Saya melihat sendiri, 312 anak-anak baru kita hadir dengan semangat. Dari yang awalnya masih canggung, sekarang sudah berani tampil, berani bertanya, dan sudah saling mengenal. Ini adalah awal yang sangat baik.


*Kepada Bapak/Ibu Orang Tua*,

Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami SMAN 1 Fatuleu untuk mendidik putra-putri Bapak/Ibu. Mulai hari ini, tugas mendidik adalah tugas kita bersama. Di sekolah kami "DIASAH dan DIASUH", di rumah mohon "DIASIHI" dengan doa dan perhatian.


*Kepada Panitia MPLS 2026*,

Saya mengapresiasi setinggi-tingginya. Terima kasih kepada Ketua Panitia, seluruh Guru, OSIS, dan khususnya *Seksi Perlengkapan & Dekorasi* yang telah bekerja keras menyiapkan sarana dan prasarana sehingga acara dari hari pertama sampai penutupan hari ini berjalan lancar, tertib dan meriah. Tuhan memberkati pelayanan Bapak/Ibu semua.


*Kepada Anak-anakku Peserta Didik Baru,*

Selamat datang di keluarga besar SMAN 1 Fatuleu. Mulai hari ini, tanggalkan status "siswa baru". Kalian adalah keluarga SMANSA. Jaga nama baik almamater. Belajarlah dengan giat, berprestasillah, dan junjung tinggi nilai *CERDAS, BERKARAKTER, BERBUDAYA*.


Dengan mengucap Bismillah dan memohon pertolongan Tuhan, maka pada hari ini *Kamis, 17 Juli 2026*, saya *RESMI MENUTUP* kegiatan MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH SMAN 1 FATULEU TAHUN AJARAN 2026/2027.


Demikian sambutan saya. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan.


*"SMANSA FATULEU JAYA! SMANSA FATULEU HEBAT!"*


__Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Shalom_*


Fatuleu, 17 Juli 2026


*KEPALA SMA NEGERI 1 FATULEU*



.........................................

[Nama Kepala Sekolah]

[NIP]


---


*Catatan untuk Bapak:*

1.  *Bagian "Saya RESMI MENUTUP"* itu puncaknya. Ucapkan dengan tegas + ketuk palu/mic 1x

2.  *Durasi*: 5-6 menit

3.  *Sentuh Orang Tua* di bagian tengah biar mereka merasa dihargai


Mau saya buatkan versi file Word + PDF kop surat resmi juga Bapak? 

Semoga acara penutupan berjalan lancar dan berkesan 🙏

3.2 *Sambutan Bapak STEVEN TALO, http://M.Pd* - Pengawas Pembina Dinas PK Prov. NTT

   _Isi: Target 3 tahun siswa keluar membawa ijazah dan karakter lebih baik_

3.3 *Sambutan Perwakilan Peserta: Ananda Stefani Suam*

   _Isi: "Ini pengalaman terindah dan perdana"_

3.4 *Penyerahan Tanda Apresiasi Peserta MPLS Terbaik*

   _Oleh: Bapak Ketua Komite Sekolah_

3.5 *Penampilan Kreatif Siswa Baru*

3.6 Doa Penutup


BAB IV: DOKUMENTASI*

4.1 Foto Sambutan Pengawas Pembina

4.2 Foto Sambutan Perwakilan Peserta

4.3 Foto Penyerahan Penghargaan

4.4 Foto Antusiasme Orang Tua

4.5 Foto Penampilan Siswa


#### *BAB V: PENUTUP*

5.1 Kesimpulan

5.2 Saran

5.3 Lampiran: Daftar Hadir, Susunan Acara

BAB III*

_Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan Penutupan MPLS SMAN 1 FATULEU 2026 telah berjalan dengan lancar. Kegiatan ini dihadiri oleh 312 siswa baru, Bapak/Ibu Guru, Orang Tua/Wali, Pengawas Pembina Dinas PK Prov. NTT Bapak STEVEN TALO, http://M.Pd, dan Ketua Komite Sekolah._

_Bapak Simon Anunu, http://S.Ag., http://M.Pd selaku Penanggung Jawab melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan sesuai dengan tema "MENGUKIR MAKNA: DIASAH, DIASIHI DAN DIASUH".

Tinggal Bapak kirim tanggal penutupan dan nama Ketua Komitenya ya. 

Langsung saya rapikan jadi 1 file utuh 🙏

PENUTUPAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH* ### *SMAN 1 FATULEU TAHUN AJARAN 2026/2027* *Tema: "MENGUKIR MAKNA: DIASAH, DIASIH DAN DIASUH"*

 *Siap Bapak 🙏 Tanggal sudah dimasukkan*


Ini *VERSI FINAL BUKU PENUTUPAN MPLS SMANSA FATULEU* 

*Hari Jumat, Tanggal 17 Juli 2026*


---


### *BUKU LAPORAN*

### *PENUTUPAN MASA PENGENALAN LINGKUNGAN SEKOLAH*

### *SMAN 1 FATULEU TAHUN AJARAN 2026/2027*


*Tema: "MENGUKIR MAKNA: DIASAH, DIASIH DAN DIASUH"*


---


#### *KATA PENGANTAR*


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan penyertaan-Nya kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah SMAN 1 FATULEU Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik, tertib, dan lancar.


Buku laporan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban panitia kepada Kepala Sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Komite Sekolah, dan Orang Tua/Wali Siswa.


Dengan mengusung tema *"MENGUKIR MAKNA: DIASAH, DIASIH DAN DIASUH"*, kami berharap 312 siswa baru dapat ditempa menjadi pribadi yang berkarakter, disiplin, beriman, dan berprestasi.


_Fatuleu, 17 Juli 2026_

_Ketua Panitia MPLS 2026_


[TTD]

[NAMA KETUA PANITIA]


---


#### *BAB I. PENDAHULUAN*


*1.3 Waktu dan Tempat*

*Hari/Tanggal* : Jumat, 17 Juli 2026

*Tempat* : Aula SMAN 1 Fatuleu


*1.4 Peserta*

312 Siswa Baru TA 2026/2027 dan Orang Tua/Wali


---


#### *BAB III. KEGIATAN PENUTUPAN*


*3.1 Sambutan Kepala SMAN 1 FATULEU*

_Oleh: [NAMA KEPALA SEKOLAH]_

_Jumat, 17 Juli 2026_


Yang saya hormati Bapak STEVEN TALO, http://M.Pd selaku Pengawas Pembina, Bapak Ketua Komite, Bapak/Ibu Guru, Orang Tua/Wali, dan anak-anakku siswa baru.


Pada hari ini Jumat, 17 Juli 2026 kita bersama menutup kegiatan MPLS. Selama 3 hari adik-adik telah *DIASAH* dengan disiplin, *DIASIH* dengan kasih, dan *DIASUH* dengan ilmu.


*3.3 Sambutan Pengawas Pembina*

_Oleh: Bapak STEVEN TALO, http://M.Pd_

_Jumat, 17 Juli 2026_


"Dengan mengucap syukur kepada Tuhan, pada hari ini Jumat, 17 Juli 2026 saya nyatakan kegiatan MPLS SMAN 1 FATULEU 2026 ditutup."


---


#### *BAB V. PENUTUP*


Demikian laporan kegiatan Penutupan MPLS SMAN 1 FATULEU yang dilaksanakan pada *Hari Jumat, Tanggal 17 Juli 2026* ini kami susun.


_Fatuleu, 17 Juli 2026_

_Ketua Panitia_


[TTD]

[NAMA]


---


### *RINGKASAN YANG SUDAH DIUPDATE:*

1.  *Tanggal* : Jumat, 17 Juli 2026 → sudah masuk di Kata Pengantar, Bab I, Bab III, dan Penutup

2.  *Tema* : DIASAH, DIASIH, DIASUH → sudah diperbaiki

3.  *Urutan Sambutan* : Kepala Sekolah → Penanggung Jawab → Pengawas → Peserta → Komite


*LANGKAH TERAKHIR BAPAK:*

Copy ke Word → Isi [NAMA KEPALA SEKOLAH] [NAMA KETUA PANITIA] [NAMA KETUA KOMITE] → Masukkan 5 Foto → Save As PDF


Sudah jadi buku resmi Bapak 🙏


*Mau saya buatkan juga "Berita Acara Penutupan" 1 halaman* untuk ditandatangani Kepala Sekolah, Pengawas, dan Ketua Komite?

BUKU PANGGUNG EKSPRESI TALENTA SMANSAFAT MENGUKIR PRESTASI



### *ISI BUKU WORD: LAPORAN MPLS SMANSAFAT 2026*


*HALAMAN COVER*












PANGGUNG EKSPRESI TALENTA MENGUKIR PRESTASI

BUKU LAPORAN KEGIATAN

MPLS RAMAH SMA NEGERI 1 FATULEU

TAHUN PELAJARAN 2026-2027


Fatuleu, 13 - 17 Juli 2026

*KATA PENGANTAR*

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026-2027 di SMA Negeri 1 Fatuleu dapat berjalan dengan lancar. 

Buku laporan ini disusun sebagai dokumentasi dari rangkaian kegiatan dengan tema "PANGGUNG EKSPRESI TALENTA MENGUKIR PRESTASI" dan "MPLS RAMAH". 

Semoga buku ini menjadi kenangan indah sekaligus bukti bahwa siswa baru SMANSAFAT memiliki semangat, bakat, dan karakter yang luar biasa.


Fatuleu, 17 Juli 2026  

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Fatuleu


*BAB I. PENDAHULUAN*

MPLS adalah kegiatan wajib untuk memperkenalkan siswa baru pada lingkungan sekolah. SMANSAFAT tahun 2026 mengusung konsep "MPLS RAMAH" yaitu Ramah, Edukatif, Inspiratif, Aman, Nyaman, Menyenangkan.


BAB II. TUJUAN DAN TEMA*

Tujuan: Mengenalkan budaya sekolah, menumbuhkan disiplin, memberi ruang ekspresi bakat, menciptakan kekompakan.

Tema: `MPLS RAMAH` & `PANGGUNG EKSPRESI TALENTA MENGUKIR PRESTASI`


BAB III. PELAKSANAAN*

Hari/Tanggal: 13 - 17 Juli 2026

Tempat: SMA Negeri 1 Fatuleu

Peserta: Siswa Baru Kelas X

Kegiatan: Materi, Outbound, Lomba, Pentas Seni


*BAB IV. DOKUMENTASI "UKIRAN PRESTASI"*

Total 64 Dokumentasi terdiri dari:

1.  Penampilan 6 Kelompok: A, E, F, G, H, I - 26 Video + 10 Foto

2.  Penampilan Bakat: Ansambel, Solo, Paduan Suara - 4 Video + 1 Foto  

3.  Kebersamaan & Panitia: Yel-yel, Interaksi - 7 Video + 1 Foto

4.  Sambutan & Penutupan: Kepala Sekolah - 3 Video + 2 Foto


Setiap foto dan video dilengkapi narasi yang menjelaskan makna "ukiran" pertama siswa di panggung SMANSAFAT.


*BAB V. PENUTUPAN*

Kegiatan MPLS 2026 ditutup secara resmi oleh Kepala Sekolah. Beliau mengapresiasi semangat siswa dan panitia. Acara ditutup dengan yel-yel TABOLA BALE.


*BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN*

Kesimpulan: MPLS 2026 sukses, siswa baru percaya diri dan kompak.

Saran: Pertahankan konsep MPLS Ramah dan tambah muatan budaya loka

Kamis, 16 Juli 2026

MPLS SMAN 1 FATULEU MENGUKIR MAKNA DIASAH DIASUH DAN DIASIH

 KATA PENGANTAR KEPALA SEKOLAH

Salam sejahtera untuk kita semua,

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan penyertaan-Nya, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Negeri 1 Fatuleu Tahun Pelajaran 2026/2027 dapat terselenggara dengan baik.Buku panduan ini berjudul "MENGUKIR MAKNA: DIASAH, DIASIHI DAN DIASUH" sebagai wujud komitmen kami.

DIASAH = Mengasah potensi akademik dan keterampilan.

DIASIH= Mengasihi dalam semangat kekeluargaan dan toleransi.

DIASUH = Membimbing dengan disiplin positif dan karakter.Kepada seluruh panitia, pembina, dan kakak OSIS saya ucapkan terima kasih. Kepada peserta didik baru, selamat datang di rumah kedua kalian. Mari kita ukir makna bersama.Oelmasi, Juli 2026

KEPALA SEKOLAH,

AURELIUS USA NAING, S.Si., MM

NIP. 19821220 200903 1 007BAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang

MPLS adalah masa transisi penting bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya, dan nilai-nilai SMAN 1 Fatuleu.B. Dasar Hukum  UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas  Permendikbud No. 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah  SK Kepala SMA Negeri 1 Fatuleu No: 422/ SMAN 1 FAT/635/2026C. Tujuan  Mengenali lingkungan sekolah baru  Menumbuhkan semangat "Diasah, Diasihi, Diasuh"  Mencegah perundungan dan kekerasan di sekolahD. Tema

 

MPLS SMAN 1 FATULEU

MPLS SMAN 1 FATULEU

MENGUKIR MAKNA

DIASUH DIASAH DAN DIASIH

TALENTA 312 MURID

 

Kata sambutan Kepala sekolah SMAN 1 Fatuleu

Shalom,Salve Salam sejahtera untuk kita semua,Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena kasih-Nya kita dapat melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dengan tema:"MENGASAH, MENGASUH, DAN MENGASIH TALENTA MURID"

Dengan penuh syukur kami menyambut 312 Murid Baru Tahun Pelajaran 2026/2027.  312 tunas bangsa yang akan kami asah, asuh, dan kasihi di SMAN 1 FATULEU. MPLS bukan hanya seremonial. MPLS adalah fondasi tiga  tahun pendidikan anak-anak kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin menyamakan visi:Mengasah pikiran dan bakat, Mengasuh karakter dan tanggung jawab, Mengasihi dengan hati.Terima kasih kepada Bapak Simon Anunu, S.Ag., M.Pd dan seluruh Panitia MPLS yang telah bekerja dengan hati melayani.Terima kasih kepada Murid Baru Kelas X, selamat datang di rumah kedua kalian.Kiranya Tuhan memberkati setiap langkah kita dalam mendidik generasi emas SMAN 1 FATULEU

                                                                   KEPALA SEKOLAH

                                                               AURELIUS USA NAING, S.Si., MM

PRAKATA

Tahun Pelajaran 2026/2027 adalah tahun sejarah.Untuk pertama kalinya kami mendampingi 312 murid baru sekaligus.Tuhan mengajar saya 3 kata: MENGASAH, MENGASUH, MENGASIH.  

Buku ini saya tulis agar setiap MPLS di sekolah kita punya arah yang jelas.Bukan sekedar perkenalan, tapi pembentukan.Kiranya buku ini menjadi berkat.Tuhan Yesus memberkati SMAN 1 FATULEU.Fatuleu,

 

BAB 1: MENGASAH TALENTA

 

Mengasah berarti mengeluarkan potensi yang Tuhan titipkan.Melalui program "30 Menit Mengembangkan Bakat", setiap murid baru diberi panggung. Dari sinilah kami menginventaris: ada anak bisa Tinju, Menari, Menyanyi, Main Drum Band, Voli, Sepak Bola, Ansambel, Karate, BOXING.Tidak ada talenta kecil. Yang ada hanya kesempatan yang belum diberi.[Sisipkan Foto: Murid mengisi formulir inventaris bakat]

 

 BAB 2: MENGASUH TALENTA

 

Mengasuh berarti membentuk karakter.Disiplin, tanggung jawab, dan hormat adalah dasarnya.Terlihat dari barisan rapi, sikap sempurna, dan kesediaan mendengarkan arahan pengasuh walau panas terik.Kegiatan Pramuka oleh senior kakak kelas menjadi wadah utama pengasuhan.Komentar pengasuh: "Ini angkatan paling solid dan tertib yang kami lihat."[Sisipkan Foto: Barisan murid dan kegiatan Pramuka

 

BAB 3: MENGASIH TALENTA

 

Mengasihi berarti menciptakan rumah kedua yang aman.Tidak ada bullying. Yang ada saling dukung, saling tepuk tangan, saling melayani.Antusiasme murid sangat tinggi terhadap Kegiatan Ekstra Kurikuler, Intra Kurikuler, dan Ko Kurikuler.Dari 312 anak, hampir semua mendaftar minimal 2 kegiatan.Karena mereka tahu: di SMAN 1 FATULEU, mereka dikasihi.

 

 BAB 4: BUAHNYA

 

DATA RESMI MPLS 2026/2027DATAKETERANGANJumlah Murid Baru312 OrangTemaMengasah, Mengasuh, Mengasihi TalentaProgram Unggulan30 Menit Mengembangkan BakatTarget100% Murid Tampil & Ikut EkskulBuahnya nyata: 312 anak berani tampil. 312 anak punya mimpi.Dari lapangan ini akan lahir juara, pemimpin, dan pelayan.[Sisipkan Foto: Penampilan bakat di panggung

 

 PENUTUP

MENGUKIR SEJARAH

 

Tahun Pelajaran 2026/2027 akan selalu diingat sebagai tahun tonggak.Tahun dimana 312 Murid Baru tidak hanya diperkenalkan ke sekolah, tapi diperkenalkan kepada talentanya sendiri. Dari kursi plastik biru dan hijau ini,dari meja panitia dengan kain tenun ini,akan lahir pemimpin-pemimpin SMAN 1 FATULEU masa depan.Ini bukan akhir MPLS. Ini awal sejarah."Talentamu untuk Kemuliaan Tuhan" - 1 Petrus 4:10

 

 

Rabu, 15 Juli 2026

biografi romo daniel J.AFOAN

 

Biografi ROMO DANIEL J.Afoan,Pr

Tokoh Penggagas dan Pendiri SMPK San Daniel Oepoli

Oleh: Simon Anunu

KATA PENGANTAR & SEKAPUR SIRIH

(Dapat diisi dengan sambutan dari Uskup Agung Kupang atau perwakilan tokoh umat Oepoli saat peluncuran buku)

DAFTAR ISI

Bab 1: Tanah Misi Amfoang Utara: Fajar Reksa Pastoral 1989

Bab 2: Warisan Kuda Pater Kock dan Solmisasi "Kita Pastilah Menang"

Bab 3: Satu Malam Dua Hari Dikepung Maut: Mukjizat Sungai Noelfael

Bab 4: Katekese "Ikat Jagung" dan Lahirnya KUB Santu Agustinus Mamlasi

Bab 5: Modal Rp 10.000 dan Sumpah "Satu Periuk" SMPK San Daniel

Bab 6: Badai di Pastoran: Gaji Rp 17.500 dan Insiden Pemecatan Guru

Bab 7: Warisan di Bawah Pohon Mangga: Melepas Daniel Broutieur menuju Yaswari

Epilog: Requeiscat in Pace dan Oepoli Zaman Now

BAB 1: Tanah Misi Amfoang Utara: Fajar Reksa Pastoral 1989

Pada tahun 1989, Mgr. Gregorius Monteiro, SVD, Uskup Agung Kupang, mengambil keputusan penting. Beliau mengutus seorang imam projo (Pr), Romo Daniel J. Afoan, Pr, untuk menjadi Pastor Quasi Paroki Santu Stefanus Naikliu.

Kala itu, Naikliu dipilih sebagai pusat paroki karena statusnya sebagai ibu kota Kecamatan Amfoang Utara. Namun, Romo Daniel segera menghadapi realitas lapangan yang unik: Stasi Naikliu hanya dihuni oleh 17 Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas adalah Pegawai Negeri Sipil, TNI, dan Polri—seperti Bapak Niko Simon (anggota polisi), Ibu Mami (bidan puskesmas), dan Camat bapak Agustinus Ora Geru.

Sementara itu, denyut nadi utama umat justru berada di Stasi Oepoli, tempat basis umat Katolik terbesar di wilayah tersebut berada. Maka dimulailah ritme hidup Romo Daniel: pusat paroki ada di Naikliu, tetapi pusat karya pastoralnya berada di Oepoli.

Melihat kedatangan sang gembala, tokoh-tokoh umat di garis depan tidak tinggal diam. Bapak Marsel Korbaffo selaku ketua Dewan Pastoral Stasi (DPS), bersama tim katekis yang terdiri dari Bernardus Rajingan Poylado, Simon Anunu Metan, Yosep Taena, Bernardus Banafanu, serta para agen pastoral Naikliu seperti Paulus Penu, Petrus Tapobali, dan Teodorus Bay, langsung bergerak bahu-mambahu menyiapkan fondasi sebuah paroki mandiri.

BAB 2: Warisan Kuda Pater Kock dan Solmisasi "Kita Pastilah Menang"

Sebelum resmi menjadi paroki, umat Katolik Oepoli mendapat pelayanan pastoral yang jauh dari Paroki Eban, atas perintah Uskup Atambua saat itu, Mgr. Theodorus Sulama, SVD. Imam legendaris yang membekas di hati umat sebelum era Romo Daniel adalah seorang misionaris SVD bernama Pater Bernard Kock, SVD.

Pater Kock adalah pencinta anak-anak. Setiap kali usai merayakan Misa, ia selalu mengajak anak-anak bermain di Pantai Faefnafu (Faefnafu Beach). Misionaris ini terkenal menunggangi kuda menerjang medan Amfoang yang ganas. Ada satu lagu wajib yang selalu ia nyanyikan dengan penuh keyakinan, bahkan saat ia dan kudanya luput dari banjir bandang Sungai Noebesi yang dahsyat. Syairnya berbunyi:

"Kita pastilah menang bersama Kristus Tuhan dalam perjuangan hidup ini. Kupercaya teguh kuberharap kita pastilah menang."

Solmisasi lagu yang diwariskan oleh saksi hidup seperti Opa Yosep Romedi itu berbunyi demikian:

Plaintext

5  5  /  6  6 / 5  4 /  3.  /  5  5 / 6  6 / 5   4 /  3  . / 5  5 / 6  7 / 1 . / 2 ./

Ki-ta   pas-ti-lah me-nang  ber-sa-ma Kris-tus Tu-han   da-lam per-ju- a  ngan

 

7   6  /   7  5 /  6  7 /1 . / 7.  / 6  5 /   6  5 / 4  3 / 5  5 / 1  4  /  3 . /  2 . / 1 . /

Hi-dup    i - ni  ku-per-ca- ya   te-guh  ku-ber-ha-rap ki-ta  pas-ti - lah  me - nang

Napas lagu inilah yang kemudian dihidupkan kembali oleh Katekis Simon Anunu untuk membakar semangat anak-anak Sekami (Serikat Kepausan Anak Misioner) di seluruh KUB dan kapela: dari Kapela Santu Agustinus Mamlasi, Santa Veronika Biloka, Santu Laurensius Netemnanu di Taloi, hingga Santu Petrus di Tataum. Setiap Natal dan Paskah, konvoi Sekami melintasi pohon-pohon lontar Pokmeto dan padang sabana Napunef untuk melakukan kemping rohani.

Semangat berdikari ini menular pada pembangunan fisik. Di bawah gerilya pastoral Pater Kock dan dilanjutkan Romo Daniel, umat rela memikul batu dan pasir secara mandiri dari Sungai Noebesi menggunakan tenaga mereka sendiri karena tidak ada mobil pengangkut. Setiap kepala keluarga memiliki target tumpukan batunya sendiri hingga bangunan Kapela Santa Maria Oepoli berdiri tegak dan kokoh.

BAB 3: Satu Malam Dua Hari Dikepung Maut: Mukjizat Sungai Noelfael

Sebagai paroki baru, Romo Daniel menuntut dirinya untuk larut dalam lima tugas gereja (Panca Tugas Gereja): Liturgia (Liturgi), Kerygma (Pewartaan), Diakonia (Pelayanan), Koinonia (Persekutuan), dan Martyria (Kesaksian Hidup). Dan babak Martyria yang paling menguji iman Romo Daniel terjadi pada tahun 1990.

Menjelang sore hari yang kelabu, Romo Daniel J. Afoan bersama Paulus Penu dan Petrus Tapobali baru saja menempuh perjalanan jauh dari Kupang menggunakan oto (mobil) paroki yang disetir oleh Ama Belu. Setibanya di bibir Sungai Noelfael, jalan mereka dihadang oleh banjir. Mobil pun diparkir di tepi, menunggu air surut.

Didorong tanggung jawab besar untuk segera tiba di pusat paroki Naikliu, Romo Daniel mencoba berjalan kaki masuk ke dalam sungai untuk mengukur kedalaman air. Sial tak dapat ditolak, dalam hitungan detik air bah kiriman naik secara ekstrem. Tubuh Romo Daniel terseret arus deras menuju muara laut yang berjarak hanya 100 meter di depannya. Di seberang sungai, Paulus Penu dan warga berteriak histeris. Romo Daniel hilang ditelan kegelapan malam dan vegetasi hutan yang pekat.

Selama satu malam dua hari (24 jam lebih), Romo Daniel dikepung banjir bandang. Dalam kesendirian di tengah amukan air, Romo Daniel berserah pasrah:

"Ya Bapa Tuhan Yang Maha Kuasa. Alam ini Kau atur. Jangan biarkan hamba-Mu ini larut dalam bencana alam. Luputkan aku dari serangan maut banjir yang dahsyat ini, bila Allah Bapa masih mau menggunakan aku di paroki ini untuk melayani umat-Mu."

Secara ajaib, kaki Romo Daniel menyentuh sebatang pohon kaswari besar yang tumbang. Di atas akar pohon itulah ia duduk bertahan di tengah kegelapan, sementara air sungai yang mengalir deras seolah terbelah dua di sisinya.

Di tepian sungai wilayah Desa Nunuanah, Kepala Desa yang beragama Kristen Protestan bersama para hansip berjaga semalaman suntuk dalam kecemasan. Sang Kepala Desa kemudian memberikan kesaksian yang menggemparkan: di tengah kegelapan malam dan hujan yang mengguyur deras, mereka melihat dua sosok malaikat berpakaian putih berkilau berdiri setia menjaga dan mendampingi Romo Daniel di tengah sungai.

Keesokan sorenya, saat banjir mulai mereda, Kepala Desa memimpin warga menerobos sisa arus sungai, menggotong Romo Daniel yang kakinya sudah kram total dan tubuhnya lemas karena tidak makan seteguk pun. Romo dibawa ke rumah Kepala Desa, di mana istri Kepala Desa yang beragama Protestan telah menyiapkan dua piring bubur beras hangat. Setelah menyantap bubur dan mandi air hangat, kekuatan sang imam pulih. Malam itu, rumah Kepala Desa dipadati warga lintas agama yang memandang Romo Daniel sebagai "orang suci yang disayang Tuhan dan Bunda Maria".

Sebagai bentuk syukur atas mukjizat ini, pada tahun 1990 umat menggelar Misa Syukur agung tepat di tengah Sungai Noelfael, dengan meja altar yang diletakkan langsung di atas akar pohon kaswari penyelamat tersebut.

BAB 4: Katekese "Ikat Jagung" dan Lahirnya KUB Santu Agustinus Mamlasi

Karya pewartaan Romo Daniel dan Katekis Simon Anunu dilakukan dengan menjemput bola ke Kelompok Umat Basis (KUB). Metode katekese yang digunakan sangat progresif untuk zamannya, yaitu Metode Analisa Sosial (Ansos) dan TAT (Tanggapan Amanat Teks). Sebelum katekese dimulai, Romo Daniel dan Simon selalu berduet menyanyikan lagu daerah “Ken neno napipinkit” (Kilat dan guntur membangkitkan semangat) sebagai simbol pertobatan (metanoia). Karena katekese sering berlangsung dari malam hingga dini hari, keesokan harinya mereka sering mengajar di sekolah dalam keadaan mengantuk.

Salah satu peristiwa unik terjadi di wilayah Mamlasi pada masa Aksi Puasa Pembangunan (APP). Saat Simon Anunu tiba untuk memimpin katekese, Guru Agama Kapela sekaligus Ketua KUB saat itu, Bonivasius Samone, mengabarkan bahwa umat tidak bisa berkumpul di kapela karena sedang sibuk memanen dan mengikat jagung di kebun di bawah terang bulan.

"Kalau begitu, malam ini kita buat Katekese Ikat Jagung!" cetus Simon.

Maka, di tengah tumpukan jagung dan di bawah sinar bulan purnama, katekese APP digelar. Umat mendengarkan firman Tuhan sambil tangan mereka sibuk mengikat jagung dan mengunyah jagung goreng agar tidak mengantuk. Selesai katekese, diskusi berlanjut hingga subuh membahas masalah pernikahan dan pendidikan anak. Malam itu, Simon Anunu dan ayahnya, Ignasius Saba Metan yang ikut menemani, tidur di kebun beralaskan tumpukan jagung.

Dari kedekatan kultural inilah, Simon melihat masalah pelayanan: umat Mamlasi yang berjumlah 10 KK selama ini harus bergabung dengan KUB Santa Bernadeta di Tataum yang jaraknya sangat jauh, sehingga ibadah Rosario sulit dijalankan. Simon membawa aspirasi ini ke rapat Dewan Pastoral Stasi dan Romo Daniel.

Akhirnya, Mamlasi diizinkan membentuk KUB mandiri. Simon mengusulkan nama KUB Santu Agustinus, mengambil filosofi hidup Santo Agustinus yang di masa mudanya merupakan anak nakal penuh dosa, namun berkat doa air mata ibunya (Santa Monika), ia bertobat total menjadi Uskup dan Pujangga Gereja yang menulis tentang maharahimnya Allah.

BAB 5: Modal Rp 10.000 dan Sumpah "Satu Periuk" SMPK San Daniel

Kepedulian Romo Daniel terhadap masa depan anak-anak Amfoang Utara tidak hanya berhenti di altar gereja. Pada waktu itu, anak-anak Oepoli yang ingin mengenyam pendidikan SMP harus berjalan kaki sangat jauh ke Naikliu atau pergi ke Kefamenanu.

Melihat keresahan ini, Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Amfoang Utara, Bapak Paulus Dae, mendekati Romo Daniel J. Afoan dan Simon Anunu untuk menghidupkan kembali SMP YURKAU yang sudah lama non-aktif. Pertemuan itu membuahkan hasil. Dengan dukungan penuh dari tokoh masyarakat Thom Kameo yang bersedia menjadi Ketua Komite, SMPK San Daniel Oepoli resmi berdiri pada tanggal 1 Juli 1990.

Untuk mendirikan sekolah formal, aturan hukum mewajibkan adanya yayasan pengelola. Romo Daniel kemudian menghadap Notaris Silvester Mambait, SH untuk membuat akta pendirian Yayasan Daniel Broutieur. Karena kondisi keuangan paroki yang sangat papa, modal awal yang dicatatkan dalam akta notaris tersebut hanya sebesar Rp 10.000 (sepuluh ribu rupiah!).

Nama "Daniel" dipilih bukan untuk mengkultuskan diri Romo Daniel J. Afoan, melainkan karena ia terinspirasi oleh kisah spiritual Santu Daniel Brottier, seorang imam misionaris Prancis yang mendirikan sekolah katolik bagi anak yatim piatu tanpa modal uang, melainkan murni bersandar pada penyelenggaraan ilahi.

Kisah ini sempat memicu kecurigaan di kalangan para imam Keuskupan Agung Kupang dalam acara rekoleksi di Wisma Oemat Honis Camplong, namun kesaksian jujur dari Katekis Simon Anunu di depan aula membuat seluruh pastor terdiam kagum. Di gerbang sekolah darurat itu, terpahat sebuah visi yang ditulis Romo Daniel pada bilah kayu: “Di sini aku diasah, diasuh, dan diasih.”

Untuk memulai operasional sekolah, direkrutlah 8 orang guru perdana yang visioner:

00001. 

Ria Ngusu Damianus, A.Md (Kepala Sekolah & Guru PPKn)

00002. 

00003. 

Simon Anunu (Bendahara, Guru Agama Katolik & Kesenian)

00004. 

00005. 

Philipus Malo Bulu (Guru IPA Fisika/Biologi)

00006. 

00007. 

Laurensius Tefa (Guru Matematika)

00008. 

00009. 

Blasius Bria (Guru Bahasa Indonesia)

00010. 

00011. 

Martinus Siki (Guru Orkes/PJOK)

00012. 

00013. 

Ana Leha Totnay (Guru IPS Geografi/Sejarah)

00014. 

00015. 

Yosefina Manehat (Guru Keterampilan) (Romo Daniel J. Afoan sendiri turun tangan mengajar Bahasa Inggris)

00016. 

Sebelum mengajar, kedelapan guru ini dikirim untuk mengikuti pembekalan di SMPK Santu Yosep Naikoten, Kupang. Di Oepoli, mereka tinggal bersama di satu rumah pastoran darurat yang beratap daun gewang dan berdinding pelepah bebak. Pintu rumahnya tidak punya kunci besi, hanya diikat dengan tali gewang.

Di rumah darurat inilah ikatan persaudaraan sejati lahir. Mereka menerapkan Sumpah Satu Periuk: memasak makanan untuk pagi, siang, dan malam dari satu periuk yang sama secara bergantian berdasarkan jadwal yang disusun oleh Simon Anunu. Untuk bertahan hidup, persediaan beras mereka murni mengandalkan pembagian dari lumbung padi gereja, yang dihasilkan dari sisa pemanfaatan Mesin Mol Padi milik Usaha Bersama (UB) AMO—mesin mol padi pertama di Oepoli hasil kerja sama Romo Daniel dengan Delsos Keuskupan Agung Kupang pada tahun 1994.

BAB 6: Badai di Pastoran: Gaji Rp 17.500 dan Insiden Pemecatan Guru

Pada tahun pertama (1990), SMPK San Daniel hanya memiliki 35 orang siswa. Dana operasional sekolah sepenuhnya mengandalkan uang SPP siswa sebesar Rp 2.500 per bulan. Akibatnya, gaji para guru tidak bisa dibayarkan setiap bulan, melainkan harus menunggu akumulasi di akhir tahun ajaran. Nilai gajinya pun sangat memprihatinkan: honor Kepala Sekolah hanya Rp 35.000 per bulan, sementara guru-guru lain berkisar antara Rp 17.500 hingga Rp 25.000 per bulan (ditambah jatah beras 10 kg dari Mol UB AMO).

Walau awalnya mereka bertahan dalam balutan motivasi rohani Romo Daniel, badai ekonomi akhirnya mengguncang solidaritas para guru.

Pada sebuah pagi yang cerah saat apel pukul 06.30 WITA, sebuah pemandangan ganjil terjadi. Di lapangan sekolah, hanya Simon Anunu yang berdiri seorang diri di hadapan para siswa untuk memimpin apel disiplin. Dari kejauhan, di jalan raya dekat pastoran, barisan guru-guru lain nampak berkumpul dan menolak masuk kelas. Dipimpin oleh Drs. Gregorius Anunut, mereka memutuskan untuk melakukan aksi mogok mengajar guna menuntut kenaikan gaji kepada Ketua Yayasan.

Simon Anunu memilih tidak ikut serta karena memegang prinsip bahwa eksistensi sekolah dan masa depan anak-anak Oepoli harus berada di atas urusan uang. Martinus Siki utusan kelompok mogok mendatangi Simon agar mendampingi mereka menghadap Romo Daniel. Setelah memastikan seluruh siswa kelas VII, VIII, dan IX diberikan tugas mandiri (metode kelas rangkap), Simon melangkah bersama rekan-rekannya mengetuk pintu pastoran.

Romo Daniel keluar dari kamarnya dengan wajah yang memerah menahan kecewa. Dari balik sekat daun gewang, ia telah melihat bahwa hanya Simon yang setia berdiri di lapangan sekolah.

Drs. Gregorius Anunut maju menyatakan aspirasi: "Kami mau mogok mengajar, supaya Ketua Yayasan menaikan gaji kami. Menurut kami gaji terlalu kecil, tidak cukup untuk biaya hidup."

Mendengar hal itu, Romo Daniel menjawab dengan tegas dan tanpa keraguan sedikit pun:

"Mulai sekarang, kamu tidak boleh lagi jadi guru di SMPK San Daniel Oepoli. Terima kasih atas kebersamaan kita selama ini. Maaf saya tidak bisa berlama-lama karena harus pergi ke sawah."

Keputusan kilat itu bagai petir di siang bolong. Para guru mogok keluar dari pastoran dengan lemas; mereka tidak menyangka tuntutan mereka akan dibalas dengan pemecatan seketika. Keesokan paginya, menyadari kekeliruan mereka dan digerakkan oleh rasa bersalah, beberapa guru seperti Martinus Siki dan Philipus Malo Bulu kembali menghadap Romo Daniel untuk meminta maaf secara mendalam dan memohon agar diterima kembali mengajar. Demi kelangsungan sekolah, Romo Daniel dengan hati kebapaannya menerima mereka kembali.

BAB 7: Warisan di Bawah Pohon Mangga: Melepas Yayasan Daniel Broutieur menuju Yaswari

Waktu terus berjalan, dan dinamika paroki menuntut regenerasi. Suatu malam yang larut, usai melaksanakan katekese keliling di KUB Santu Yosep yang menguras energi, Romo Daniel dan Simon Anunu duduk melepas lelah di bawah pohon mangga di belakang Pastoran Oepoli. Di bawah rindangnya pohon mangga yang menjadi saksi bisu tersebut, sebuah obrolan strategis mengenai masa depan sekolah bergulir.

Simon Anunu memberikan masukan yang visioner: "Romo, sebaiknya SMPK San Daniel Oepoli ini kita serahkan saja ke Yaswari (Yayasan Swasti Sari) Keuskupan Agung Kupang. Jangan sampai suatu saat ketika Romo dan saya sudah dipindahtugaskan dari Oepoli, pastor penggantinya tidak memiliki jiwa dan komitmen pendidikan yang sama seperti Romo. Kita harus pastikan sekolah ini tetap hidup selamanya."

Romo Daniel merenungkan kata-kata Simon dengan mendalam dan menyetujuinya. Sebelum Romo Daniel dipindahtugaskan untuk mengajar di Seminari Santu Rafael Oepoi Kupang (dan kemudian ke Kabupaten Alor), ia memerintahkan Simon Anunu untuk menyusun laporan inventaris dan kekayaan Yayasan Daniel Broutieur.

Pada tahun 1998, Romo Daniel J. Afoan dan Simon Anunu menghadap Uskup Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr. Di hadapan Bapak Uskup dan Ketua Yaswari saat itu, Suster Hildegardis, CB, seluruh aset SMPK San Daniel Oepoli diserahkan secara resmi, dan Yayasan Daniel Broutieur dinyatakan dibubarkan.

Aset yang diserahkan Simon Anunu saat itu tidak main-main, merupakan hasil keringat dan air mata umat serta guru selama bertahun-tahun: uang tunai sebesar Rp 11.000.000 (sebelas juta rupiah), 15 ekor sapi (yang digembalakan oleh Bapak Emanuel Daos), seluruh gedung darurat, serta seluruh komponen guru dan siswa.

Lewat penyerahan ini, status Simon Anunu dan guru-guru lainnya langsung diproses menjadi Guru Tetap Yayasan Swasti Sari (Yaswari). Simon sendiri hanya bertahan satu tahun sebagai guru Yaswari karena pada 1 Maret 2000, ia dinyatakan lulus seleksi CPNS dan ditempatkan di SDN Tataum sebelum akhirnya melanjutkan studi S1 Pastoral di STIPAS Keuskupan agung kupang dan meraih gelar S2 Magister Pendidikan di Pascasarjana Universitas Nusa Cendana Kupang dengan predikat Sangat Memuaskan (IPK 3,63).

EPILOG: Requeiscat in Pace dan Oepoli Zaman Now

Sejarah telah mengukir jalannya. Apa yang dahulu ditanam dengan cucuran air mata di tengah keterisolasian Amfoang Utara, kini telah tumbuh menjadi pohon yang rindang.

SMPK San Daniel Oepoli kini telah bertransformasi menjadi sekolah "Zaman Now" yang sangat maju di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah RD. Januario Gonzaga, Pr. Di media sosial dan platform digital, performa sekolah ini tampil dengan sangat memukau, bersaing ketat dengan perkembangan zaman melalui penerapan kurikulum Merdeka Belajar yang sukses.

Stasi Oepoli yang dahulu papa kini telah mandiri penuh menjadi Paroki Santa Maria Mater Dei Oepoli.

Semua kemajuan ini tidak akan pernah ada tanpa tetesan keringat para perintis. Perjuangan masa lalu kini telah menjadi kenyataan yang indah, dan masa depan menjadi harapan yang cerah.

Bagi pembaca buku ini, janganlah lupa untuk menyelipkan doa bagi ketenangan arwah almarhum Rm. Daniel J. Afoan, Pr dan almarhum Bapak Marcel Korbaffo. Mereka telah menyelesaikan pertandingan iman dengan jaya di dunia dan kini telah bahagia bersama Bapa di Surga.

Requeiscat In Pace (RIP). Beristirahatlah dalam damai di Rumah Allah Bapa, dan tetaplah menjadi pendoa bagi kami yang masih berziarah sebagai Gereja Pejuang di atas bumi Oepoli tercinta. Amin.

 

DIASAH DIASUH DAN DIASIH SIMON ANUNU

 JUDUL

DIASAH, DIASIH DAN DIASUH

Sub Judul: Mendidik dengan Hati di Pelosok Amfoang Timur  

Penulis: SIMON ANUNU, http://S.Ag., http://M.Pd

 

---

 

1. PRAKATA

Ditulis oleh Penulis

 

"Di depan pintu SMPK San Daniel tertulis: DI SINI AKU DI ASAH, DI ASIH DAN DI ASUH"  

Tiga kata itu yang membuat saya tetap mengayuh sepeda walau hujan, walau jalan rusak, walau gaji terlambat.  

Buku ini bukan tentang saya. Buku ini tentang keyakinan: bahwa pendidikan sejati menyentuh 3 hal - Pikiran, Hati, dan Jiwa.  

Semoga setiap guru yang membaca buku ini kembali ingat: kita bukan hanya mengajar pelajaran. Kita mengasah, mengasihi, dan mengasuh masa depan bangsa.  

Oepoli, 2026  

 

 

 

 

2. KATA SAMBUTAN

Dari Kepala Sekolah / Pastor / Tokoh Pendidikan

3. ISI BUKU - 3 PILAR MOTIVASI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1

DI SINI AKU DI ASAH

Tema: Mengasah Pikiran & Kompetensi  

Isi Motivasi:

1.  Cerita: Mengajar tanpa meja, menulis di tanah, meminjam buku dari rumah ke rumah

2.  Pesan: "Guru hebat bukan yang punya fasilitas lengkap, tapi yang membuat muridnya haus ilmu"

3.  Tips untuk Guru: Cara mengajar kreatif dengan keterbatasan

4.  Tips untuk Siswa: "Asahlah dirimu. Buku adalah sepeda untuk menuju masa depan"

5.  Ayat Penguat: Amsal 22:6 "Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya"

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 2

DI SINI AKU DI ASIH

Tema: Mengasihi dengan Hati  

Isi Motivasi:

1.  Cerita: Bapak Simon berSEPEDA menjemput siswa yang malas sekolah. Memberi nasi saat siswa lapar.

2.  Pesan: "Anak tidak akan dengar apa yang kita katakan, jika mereka tidak rasakan bahwa kita mengasihi mereka"

3.  Pesan untuk Guru: Kasih tidak butuh uang banyak. Kasih butuh waktu dan perhatian

4.  Kesaksian Siswa: "Guru saya datang kehujanan demi saya"

5.  Ayat Penguat: Yohanes 13:34 "Kasihilah seorang akan yang lain"

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3

 DI SINI AKU DI ASUH

Tema: Mengasuh Karakter & Iman  

Isi Motivasi:

1.  Cerita: Membentuk disiplin, doa pagi, kerja bakti, jujur walau miskin

2.  Pesan: "Nilai 100 tanpa karakter = 0. Karakter 100 tanpa nilai = tetap berharga"

3.  7 Karakter San Daniel: Jujur, Disiplin, Kerja Keras, Takut Tuhan, Peduli, Bertanggung jawab, Semangat

4.  Pesan untuk Orang Tua: Sekolah mengasuh, rumah harus melanjutkan

5.  Ayat Penguat: Kolose 3:23 "Perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan"

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 4

SANG PERINTIS BERSEPEDA

Kisah nyata perjuangan Bapak Simon membangun SMPK San Daniel  

Ini bab yang bikin pembaca nangis dan semangat lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 5

 PESAN UNTUK GENERASI SAN DANIEL

Surat untuk Alumni  

"Kemana pun kamu pergi, jangan lupa 3 kata ini. Asahlah dirimu, Kasihilah sesamamu, Asuhlah yang lebih muda darimu"

 

4. PENUTUP

"Pendidikan bukan mengisi ember, tapi menyalakan api"  

Selama ada guru yang mau "diasah, diasih, diasuh", maka Indonesia Timur akan terang.

 

5. LAMPIRAN

Profil Sekolah + Mars + Foto + Logo

 

KENAPA STRUKTUR INI KUAT BAPAK?

1.  DIASAH = Untuk Kepala -> Target Guru & Siswa

2.  DIASIH = Untuk Hati -> Target semua orang tua

3.  DIASUH = Untuk Karakter -> Target Gereja & Pemerintah

 

Ini buku yang bisa dipakai untuk pelatihan guru, motivasi siswa, dan proposal ke dinas.