Sabtu, 02 Mei 2020

MENCIPTAKAN POLA BELAJAR EFEKTIF DARI RUMAH

                                                                     
MENCIPTAKAN  POLA BELAJAR EFEKTIF DARI RUMAH

Rumah adalah tempat. Keluarga adalah institusi. Keduanya bersatu dalam bahtera rumah tangga. Dalam rumah tangga ini ada perkawinan suci yang telah dimeteraikan oleh Allah. Apa yang dipersatukan Allah janganlah diceraikan oleh  manusia. Rumah tangga ini dikaruniai buah-buah hati. Kini mereka bukanlah dua melainkan satu danging. Hasil dari perkawinan itulah hadirlah anak-anak dalam rumah tangga.  Maka keluarga teridri dari ayah ibu dan anak.

Tugas mulia dari keluarga adalah mendidik anak-anak. Ketika orang tua melaksanakan pendidikan di rumah tangga inilah yang disebut  pendidik pertama dan utama. Tugas ini tidak bisa digantikan oleh siapa pun. Orang tua memainkan peranan yang sangat penting. Ingat keluarga sehat negara kuat. Itulah ajaran mulia para leluhur kita. Perlu dijaga dan dilestarikan oleh institusi-intitusi keluarga di dunia di atas planet bumi ini.

Dampak pandemi covid 19 menguji kreativitas keluarga untuk menata pendidikan dalam keluarga lebih baik. Saatnya kerja di rumah. Menata tatalaksana bagaimana mengatur anak  belajar di rumah. Sungguh perhatian intens sungguh-sungguh membelajarkan  buah hati di rumah. Skil Pola pendidikan dan pembelajaran sudah saatnya dimiliki oleh orang tua. Pertama perlu kerja sama dengan guru. Bagaimana materi ajar sesuai kurikulum pastalah harus diketahui oleh orang tua. Orang tua harus menciptakan situasi dan kondisi dan toleransi (sikonto). Situasi  yang kondusif harus diciptakan  orang tua agar anak memperoleh pembelajaran aktif, inofatif, kreatif, efektif  dan menyenangkan (paikem). Toleransi yang dimaksudkan di sini  adalah orang tua menjauhkan mematikan TV, HP non aktif, dan mencarikan tempat yang menyenangkan dan menyejukan  sehingga memungkinkan belajar anak berjalan efesien dan efektif.

Pemilihan metode belajar sesuai dengan umur anak. Bila anak masih kelas rendah yaitu kelas I sampai kelas tiga sebaiknya metode yang tepat adalah belajar sambil bermain. Bermain sambil belajar. Pokoknya ganti-ganti begitu saja sesuai hobi kesenangan anak. Ketika anak asik bermain belajar menyenangkan di sanalah maunya ulang terus dan pasti orang tua kewalahan. Bisa-bisa orang tua lupa kerja. Maka pembagian tugas bapak dan mama perlu jelas.
Metode belajar  untuk anak yang sudah kelas tinggi. Misalnya kelas IV sampai kelas VI. Bermain peran masih bisa tetapi segera difariasi  permainan bemakna. Ada penokohan. Cerita yang bisa dijadikan model, karakter,  atau nilai-nilai yang terkandung  dalam suatu cerita atau permainan. Jangan lupa orang tua harus kerja sama denga guru kelasnya. Agar materi pembelajaran disesuaikan dengan kurikulum. Saatnya bermain dengan kurikulum di rumah. Apabila ada  asesmen oleh guru ada sahutan dengan komptensi yang mau dicapai. Kondisi ini membuat anak mengagumi ternyata orang tua bisa.

Saatnya belajar dari rumah dan belajar di rumah denga tekun pasti hasilnya menyenagkan. Waktu belajar di rumah perlu di atur.dan harus ada tanda alaram waktu. waktu belajar, makan, bermain, dan istirahat teratur. Bersama anak disepakati jadwal atau roster belajar.Tepat waktu perlu dijadikan prinsip. Seperti pepatah kecil reanja-anja besar terbawa-bawa. Bila sudah terbiasa dengan hidup tertib dari rumah tangga, maka ketika di sekolah dan di mana saja pasti tertib waktu.

Teknologi informasi dan komunikasi masuk dalam pembelajarn dalam jaringan (daring). Situasi yang sedang dialami di dunia ini. Pandemi corona virus memaksa  orang tua dan guru harus menguasai  pembelajaran dalam jaringan menjadi kebutuhan. Mau tidak mau harus punya alat elektonik. Hand phone (HP) androit, leptob, dan printer harus di hadirkan di rumah. Alat teknologi informasi dan komunikasi sangat membatu manusia orang tua, anak, guru, dan masyarakat cepat memperoleh informasi  cepat, tepat, akurat, dan terkini. Dengan HP dunia di  tangan kita. Ilmu bisa diperoleh diujung jari. Cara pandang kita yang sempit karena gagap teknologi (gaptek). Membuat orang masih terisolasi dalam ketidaktahuan.

Menjadi miskin ilmu, pasti miskin harta. Pola pikir di bawah “tempurung”. Mindsednya sulit berubah. Inilah manusia yang kekurangan gizi ilmu. Apabila hal ini kita masih piara di dalam perikehidupan maka sumber daya manusia menjadi kerdil.

Maka untuk mendukung pembelajaran yang bermutu di rumah perlu didukung oleh fasilitas. Buku pelajaran, alat tulis, ruangan yang memadai. Alat-alat permainan edukatif  (APE) baik dalam ruangan mau pun  di luar ruangan. Sudah saatnya keluarga menjadi sekolah. Belajar dari covid 19  sesuai dengan tema hari pendidikan Nasional  tanggal 2 Mei 2020.

Kesimpulan
Ada efek posetif dari corona virus  19 agar  megembalikan orang tua  pada tugas dan funsinya yang mulia mendidik anak. Menjadi pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Melahirkan mengasuh,  mengasah, mengasih anak sebagai titipan Tuhan hadir dalam keluarga. Buah hati suami isteri. Dididik menjadi anak yang berguna bagi dirinya, orang tua pemerintah dan negara.  
     .       
Penulis : Simon Anunu,S.Ag, M.Pd
SDN Naibonat Kabupaten Kupang provinsi Nusa Tenggara Timur

Selasa, 28 April 2020



Covid 19 Menguji Kreativitas Guru
 OLEH SIMON ANUNU,S.Ag, M.Pd
Kreativitas guru Kabupaten Kupang melawan dampak pandemik covid 19. Dengan tekad  siapa takut ? Bukan sekedar isapan jempol. Tetapi tindakan memutus mata rantai  penyebaran corona virus.   Profesional tindakan menjadi taruhannya. Teknologi pembelajaran  menjangkau siswa belajar di rumah melalui  metode dalam jaringan (daring).
Bagaimana nasib guru yang belum menguasai teknologi informasi komunikasi?  Masih ada jalan lain ke Roma. Jalur konvensional menjadi pilihan. Mereka menyalurkan berkat dengan berkunjung dari rumah ke rumah melalui metode offline. Perilaku ini dipertanyakan oleh satgas pandemik covid 19. Jangan sampai menjadi penyalur atau penerima corona virus. Menjadi pahlawan  tanpa  tanda jasa semakin nyata. Lalu guru kembali rumah membawa berkat atau penyakit  sudah mejadi nasib tak tentu. Oh Tuhan tolonglah hambamu ini. Hidup ini harus menjadi berkat.Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu.
Dampak pandemik covid 19 membuat pemerintah mengambil langkah tepat. Sudah Tiga tahapan pemerintah  memberlakukan gelombang belajar dari rumah (LFH) dan  Kerja dari rumah (WFH). Tindakan ini dilakukan untuk cegah dan memutuskan mata rantai penyebaran virus corona yang mematikan itu.Metode  mengajar apakah yang paling cocok? Biasanya guru- guru mengajar dalam  kelas. Kini dipaksa berpikir ekstra keluar dari kebiasaan.
Lewat kesempatan ini melalui hasil penelitian online,  penulis menemukan ada dua cara mengajar selama  covid 19 masih mengamuk. Bagaikan singa meraung mencari mangsanya. Hal ini ditemukan dari jawaban  dan tanggapan pembaca online lewat tulisan yang berjudul:  Bagaimana membangun komunikasi efektif bersama orang tua selama LFH/WFH?  Bagi kepala sekolah dan guru  di kabupaten Kupang.
            Dari jawaban pembaca online menganggap media pembaca online menjadi wadah diskusi guru dan kepala sekolah. Mencari jalan terbaik. Dari kecamatan Fatuleu Barat  seorang guru mengatakan” Saya kepala pusing mencari jalan mau bertemu siswa untuk pembelajaran. Sementara banyak siswa jaga “burung  dan kera di kebun”. Beberapa guru  dari kota Kupang  dan Kabupaten Kupang yang mengatakan metode yang cocok pembelajaran  saat covid ini adalah bisa daring / online. Tetapi banyak guru mengatakan karena kendala jaringan dan tidak punya HP banyak siswa belajar di luar jaringan alias offline.  
Pembelajaran offline
Bagaimana  pembelajaran offline? Pembelajaran di luar jaringan yang biasa disebut pembelajaran offline. Kompetensi paedagogik guru mengolah kurikulum sebagai  media santapan pembelajaran. Disinilah proses memanusiakan manusia. Guru memperhatikan program semester target kurikulum. Arah materi yang diajarkan yang harus dicapai semester ini. Guru melihat tema yang cocok sebagai bahan ajar. Materi pembelajaran ini dikemas dalam RPP lalu menghasilkan soal-soal  dari tujuan pembelajaran ini yang perlu ditugaskan kepada siswa belajar dari rumah. Inilah pergumulan guru dalam kerja dari rumah selama masih ganasnya virus corona berkecembak di bumi ini.
Siswa difasilitasi satu siswa satu buku
Siswa difasilitasi dengan buku pengangan atau yang dikenal buku siswa. Setiap siswa dapat satu buku, sehingga peserta didik tidak berkumpul belajar dari buku yang sama. Karena itu sekolah wajib membeli buku menggunakan dana bos 20%  sesuai juknis BOS.
Motode  guru pembelajaran offline
Contohnya di SDN Naibonat  Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Melalui  kepala Sekolah Simon Anunu,s.Ag,M.Pd memberi instruksi  kepada guru dan siswa  untuk pembelajaran offline. Didukung lagi dengan orang tua siswa  yang kebanyakan belum ada HP androit.  Ada beberapa orang tua sudah mempunyai HP androit tapi orang tua juga belum mengetahui  cara membantu anak belajar dalam jaringan.
Pembelajaran online
Pembelajaran dalam jaringan (daring). Hal ini  disebabkan guru telah menguasai teknologi Informasi Komunikasi yang dibingkai dalam pembelajaran dalam jaringan (daring). Ada beberapa model pembelajaran online yaitu:
1)       Belajar melalui Youtube.
Dalam pembelajaran melalui youtube. Guru menyiapkan  materi/bahan ajar secara baik. RPP sudah disiapkan. Kegiatan pembelajaran dilakukan seolah-olah sudah ada anak dalam ruangan belajar. Guru menggunakan media LCD. Pembelajaran berlangsung seperti biasa mulai pembuka, isi dan penutup. Siswa  harus mengikuti proses pembelajaran  dari awal sampai akhir dengan tekun dari rumah. Sesudah guru memaparkan pembelajaran lewat tayangan di LCD siswa diberi kesempatan untuk refleksi dan bertanya tentang bahan ajar yang membutuhkan penjelasan tambahan, pendalaman, penguatan dan tugas berikutnya. Hal ini dimungkinkan  pulsa data tersedia.

Siswa kls IV SDN Naibonat ikut pembelajaran online di rumah

2)       Siswa yang memiliki HP androit
Siswa diarahkan untuk mengakses pembelajaran  melalui youtube kalau gurunya sudah membuat youtuber. Lebih baik lagi guru membagikan link  sehingga siswa belajar mandiri kapan saja, di mana saja, dengan siapa saja. Siswa sudah disampaikan jadwal belajar. Informasi belajar online sudah sisampaikan kepada orang tua. Orang tua memfasilitasi anak belajar online di rumah termasuk menyiapkan pulsa data. Saatnya tiba langsung online.

3)      Vidio pembelajaran.
Guru membuat vidio pembelajaran dikirim ke youtube. Dari youtube guru ambil link vidionya dan sebarkan kepada anak didik. sehingga siswa belajar mandiri kapan saja, di mana saja, dengan siapa saja. Inilah yang dianjurkan oleh rumah belajar yang disiapkan oleh Kemendikbud RI.

4)       Pulsa internet belajar online.
            Dalam juknis perubahan BOS sudah disiapkan alokasi dana membiayai pulsa internet belajar online. Bagaimana mennggunakan dana BOS untuk pulsa data baik untuk guru dan orang tua diatur  oleh kepala sekolah kata Mas Nadiem menteri pendidikan  dan kebudayaan  Republik Indonesia.

5)      Evaluasi.
Menurut arahan menteri pendidikan dan kebudayaan RI dikatakan:
Pada hari Rabu (25/3/2020 menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (daring)/jarak jauh. Kemudian, lanjut dia, bukti atau produk aktivitas belajar diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.”
Penilaian pembelajaran merujuk pada tujuan pembelajaran sebagai umpan balik. Umpan balik yang dimaksudkan Mas Nadiem  adalah ditekankan pada proses memanusiakan manusia. Mengasah pola pikir anak menguasai materi sekaligus mengantar peserta didik  merubah anak meningkatkan pengetahuan. Menguasai teknologi pembelajaran.
 
6)      Guru perlu membuat karya inovatif  model pembelajaran berbasis teknologi informasi komunikasi.  Hal ini mendorong penulis untuk membuat modul pembelajaran online.

7)      Lampiran guru SDN Naibonat  menggunakan metode luring
[14.13, 25/4/2020] +62 822-3554-0898: Selamat sore Bpk kepsek, ni hasil belajar ank kls IVA di rumah
Wali kelas Ibu Christina Febriana, S.Pd.SD
[14.13, 25/4/2020] +62 822-3554-0898: Selamat pagi ank2 semua, hari ini Sabtu, 25 April 2020
Kita lanjut belajar yaaa....
Matpel IPS dan Bindo
IPS (KD 3.3 dan 4.3)
3.3. Mengidentifikasi kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan serta kehidupan sosial dan budaya di lingkungan sekitar sampai provinsi.

4.3. Menyajikan hasil identifikasi kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan serta kehidupan sosial dan budaya.

Buku Maestro Yg Tema 8 Subtema 1. hal. 24-27
Kerja soal hal 26 (Ayo berlatih 7) dan kinerja 3 soal lihat pada hal 27

Bindo (KD 3.9 dan 4.9)
3.9. Mencermati tokoh - tokoh yang terdapat pada teks fiksi.

4.9. Menyampaikan kasil identifikasi tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi secara lisan, tulis dan visual

Sumber : Buku maestro hal : 28, bacaan lihat kembali pada hal 8 (Legenda Danau Toba)

Siswa SDN Naibonat ikut pembelajaran offline
Siswa SDN Naibonat ikut pembelajaran offline
Setiap Siswa SDN Naibonat dapat 1 buku  belajar offline di rumah
 Hasil belajar offline di rumah  oleh siswa SDN Naibonat



Senin, 27 April 2020

MENULIS DAN MEMBUAT BUKU DIGITAL


Resume belajar menulis online gelombang 7 bersama Om Jay pada hari ini tanggal 27 April 2020 Pukul 13.00 s.d 15.00.
Oleh : SIMON ANUNU  Kabupaten Kupang NTT


Nara sumber: Bapak Dr . Onno W Purba
Tempat tanggal lahir : Bandung,17 Agustus 1962
 S1 ITB tamat tahun 1981 pernah studi di kanada

 Tema: Menulis dan Membuat Buku Digital


Pemateri yang satu ini sangat menguasai materi yang dipresentasikan. Dari tampan fisiknya   ganteng dan pintar. Ternyata ia seorang pakar teknologi informasi. Karena menjadi pakar ia buktikan  dengan  menuangkan apa yang ada padanya dalam bentuk tulisan. Ia juga aktif menulis dalam bidang teknologi informasi, media, seminar, konferensi nasional maupun internasional dan percaya filosofi copyleft (sumber terbuka), banyak tulisannya dipublikasikan di Internet secara gratis
Sebagai pakar Teknologi Bapak Onno hanya menggunakan netbook dan telpon seluler Android merek lokal. Pada tahun 2013 ia bergabung sebagai Dosen di Surya University. Universitas ini didirikan oleh fisikawan ;Prof Yohanes Surya Ph.D. Prof.surya pernah datang di Kupang NTT  memberikan motivasi  agar mahasiswa di Kupang mencintai fisika.
Pemateri ini mengajak peserta untuk menulis dan   membuat buku digital atau elektronik atau yang sering didengar dengan istilah e- ebook. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jangkauan dari buku yang nyata (fisik)  apabila tidak dapat didistribusikan dalam skala yang jauh. Kondisi ini juga tidak dapat dilepaskan dari buku elektronik dimana semua orang bisa mengakses buku tersebut melalui fasilitas Internet.  Dengan begitu masyarakat tidak perlu mencari buku teks tersebut di toko buku karena bisa melalui Internet.
Hal tersebut menjadi pilihan yang tepat di mana e- book dapat disimpan didalam labtop atau handphone yang sifatnya lebih praktis.  Puluhan hingga ratusan e-book bisa dibawa setiap hari dimana pun mereka berada. Hal ini mempermudah masyarakat  mengakses buku belajar di mana saja,kapan, dengan siapa saja. Diera digital seperti saat ini, hampir setiap orang didunia bisa mengakses Internet melalui teknologi yang dimilikinya.
Bapak Ono tidak segan—segan menuangkan ilmunya Setidaknya ada dua cara membuat buku digital yang bisa digunakan untuk mengubah format Word ke dalam format PDF yaitu secara  offline dan online. Secara offline dalam artikan bahwa proses untuk mengubah file tersebut dilakukan tanpa menggunakan bantuan Internet.
Apabila tulisan sudah jadi secara keseluruhan, maka format dalam bentuk Word tersebut harus diubah dalam format PDF. Setidaknya ada dua alasan yang membuat tulisan tersebut harus diubah ke dalam format PDF yaitu keamanan dari tulisan itu sendiri dan kepraktisan dari e-book yang akan diterbitkan.
Cara membuat buku digital ini bisa digunakan oleh penulis ketika sedang membuka Microsoft Word.  Pilihan untuk menyimpan file tersebut ke dalam format PDF sudah tersedia didalam fasilitas aplikasi tersebut. Di sisi lain, secara online mengandung maksud bahwa proses pengubahan dari Word ke  PDF memerlukan bantuan Internet.
Dengan kata lain penulis bisa menggunakan cara ini dengan membuka beberapa website yang menggunakan jasa untuk mengubah format tersebut. Kelebihan dari aplikasi online yaitu tidak hanya untuk diubah ke dalam bentuk PDF, tetapi format PDF pun juga bisa diubah kedalam bentuk Word.Pertama, penulis bisa mengubah file dalam format Word kedalam PDF melalui sistem offline. Biasanya disetiap aplikasi Microsoft Word ada pilihan untuk disimpan kedalam bentuk PDF yaitu bagian Save  As .

Apabila Microsoft Word belum menyediakan pilihan tersebut maka penulis bisa mendownload aplikasi tersebut melalui https ://www.microsof. com /en- us /download.  Apabila telah berhasil didownload, langkah selanjutnya adalah dengan menginstal aplikasi tersebut. Kedua, penulis dan penerbit bisa mengubah format file dari Word ke PDF dengan menggunakan akses Internet ( online).
Kesimpulan
Materi malam ini membuat saya semakin mengetahui bagaimana menulis dan Membuat Buku Digital. Terima kasih kepada bapak ONO dan modetor bapak WIJAYA KUSUMA.Terus memotivasi kami peserta belajar  gelombang 7 semakin bisa.Saya secara pribadi mulai mengekspos diri di kabupaten Kupang bahwa saya bisa menulis.Contonya hari ini saya menghasilkan tulisan dengan :covid 19 menguji kreativitas guru  di Kabupaten Kupang.




 
 
 
 
 






 




 




Sabtu, 25 April 2020

SIAPA TAKUT COVID 19



GURU BERANI TIDAK TAKUT DAMPAK COVID 19  
METODE MENGAJAR GURU BISA DARING BISA LURING
OLEH SIMON ANUNU,S.Ag,M.Pd


Dampak pandemik covid 19 membuat guru salah tingkah mengajar. Sudah Tiga tahapan pemerintah  memperlakukan gelombang belajar dari rumah (LFH) dan  Kerja dari rumah (WFH). Metode  mengajar apakah yang paling cocok? Biasanya guru- guru menjarar dalam  kelas. Kini dipaksa berpikir ekstra keluar dari kebiasaan.
Lewat kesempatan ini melalui penelitian online,  penulis menemukan ada dua cara mengajar selama  covid 19 masih mengamuk. Hal ini ditemukan dari jawaban  dan tanggapan pembaca online lewat tulisan yang berjudul:  Bagaimana membangun komunikasi efektif bersama orang tua selama LFH/WFH?  Bagi kepala sekolah dan guru  di kabupaten Kupang.
            Dari jawaban pembaca online menganggap media pembaca online menjadi wadah diskusi guru dan kepala sekolah. Mencari jalan terbaik. Dari kecamatan Fatuleu Barat  seorang guru mengatakan” Saya kepala pusing mencari jalan mau bertemu siswa untuk pembelajaran. Sementara banyak siswa jaga “burung  dan kera di kebun”. Beberapa guru  dari kota Kupang  dan Kabupaten Kupang yang mengatakan metode yang cocok pembelajaran  saat covid ini adalah bisa daring / online. Tetapi banyak guru mengatakan karena kendala jaringan dan tidak punya HP banyak siswa belajar di luar jaringan alias offline.   
Pembelajaran offline
Bagaimana  pembelajaran offline? Pembelajaran di luar jaringan yang biasa disebut pembelajaran offline. Kompetensi paedagogik guru mengolah kurikulum sebagai  media santapan pembelajaran. Disinilah proses memanusiakan manusia. Guru memperhatikan program semester target kurikulum. Arah materi yang diajarkan yang harus dicapai semester ini. Guru melihat tema yang cocok sebagai bahan ajar. Materi pembelajaran ini dikemas dalam RPP lalu menghasilkan soal-soal  dari tujuan pembelajaran ini yang perlu ditugaskan kepada siswa belajar dari rumah.
Siswa difasilitasi satu siswa satu buku
Siswa difasilitasi dengan buku pengangan atau yang dikenal buku siswa. Setiap siswa dapat satu buku, sehingga peserta didik tidak berkumpul belajar dari buku yang sama. Karena itu sekolah wajib membeli buku menggunakan dana bos 20%  sesuai juknis BOS.
Model sekolah pembelajaran offline
Contohnya di SDN Naibonat  Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Melalui  kepala Sekolah Simon Anunu,s.Ag,M.Pd memberi instruksi  kepada guru dan siswa  untuk pembelajaran offline. Didukung lagi dengan orang tua siswa  yang kebanyakan belum ada HP androit.  Ada beberapa orang tua sudah mempunyai HP androit tapi orang tua juga belum mengetahui  cara membantu anak belajar dalam jaringan.
Pembelajaran online
Pembelajaran dalam jaringan (daring). Hal ini  disebabkan guru telah menguasai teknologi Informasi Komunikasi yang dibingkai dalam pembelajaran dalam jaringan (daring). Ada beberapa model pembelajaran online yaitu:
1)       Belajar melalui Youtube.
Dalam pembelajaran melalui youtube. Guru menyiapkan  materi/bahan ajar secara baik. RPP sudah disiapkan. Kegiatan pembelajaran dilakukan seolah-olah sudah ada anak dalam ruangan belajar. Guru menggunakan media LCD. Pembelajaran berlangsung seperti biasa mulai pembuka, isi dan penutup. Siswa  harus mengikuti proses pembelajaran  dari awal sampai akhir dengan tekun. Sesudah guru memaparkan pembelajaran lewat tayangan di LCD siswa diberi kesempatan untuk refleksi dan bertanya tentang bahan ajar yang membutuhkan penjelasan tambahan, pendalaman, penguatan dan tugas berikutnya.
2)       Siswa yang memiliki HP androit
Siswa diarahkan untuk mengakses pembelajaran  melalui youtube kalau gurunya sudah membuat youtuber. Lebih baik lagi guru membagikan link  sehingga siswa belajar mandiri kapan saja, di mana saja, dengan siapa saja. Siswa sudah disampaikan jadwal belajar. Informasi belajar online sudah sisampaikan kepada orang tua. Orang tua memfasilitasi anak belajar online di rumah. Saatnya tiba langsung online.
3)      Vidio pembelajaran.
Guru membuat vidio pembelajaran dikirim ke youtube. Dari youtube guru ambil link vidionya dan sebarkan kepada anak didik. sehingga siswa belajar mandiri kapan saja, di mana saja, dengan siapa saja. Inilah yang dianjurkan oleh rumah belajar yang disiapkan oleh Kemendikbud RI.
4)       Pulsa internet belajar online.
            Dalam juknis perubahan BOS sudah disiapkan alokasi dana membiayai pulsa internet belajar online. Bagaimana mennggunakan dana BOS untuk pulsa data baik untuk guru dan orang tua diatur  oleh kepala sekolah kata menteri pendidikan  dan kebudayaan  Republik Indonesia Mas Nadiem.
5)      Evaluasi.
Menurut arahan menteri pendidikan dan kebudayaan RI dikatakan:
Pada hari Rabu (25/3/2020 menekankan bahwa pembelajaran dalam jaringan (daring)/jarak jauh. Kemudian, lanjut dia, bukti atau produk aktivitas belajar diberi umpan balik yang bersifat kualitatif dan berguna dari guru, tanpa diharuskan memberi skor/nilai kuantitatif.” Penilaian pembelajaran merujuk pada tujuan pembelajaran sebagai umpan balik. Umpan balik yang dimaksudkan mas Nadiem  adalah ditekankan pada proses memanusiakan manusia. Mengasah pola pikir anak menguasai materi sekaligus mengantar peserta didik  merubah anak meningkatkan pengetahuan. Menguasai teknologi pembelajaran.  
6)      Guru perlu membuat karya inovatif  model pembelajaran berbasis teknologi informasi komunikasi
lampiran pembelajaran daring dan luring
1)      Lampiran guru SDN Naibonat  menggunakan metode luring
[14.13, 25/4/2020] +62 822-3554-0898: Selamat sore Bpk kepsek, ni hasil belajar ank kls IVA di rumah
Wali kelas Ibu Christina Febriana, S.Pd.SD
[14.13, 25/4/2020] +62 822-3554-0898: Selamat pagi ank2 semua, hari ini Sabtu, 25 April 2020
Kita lanjut belajar yaaa....
Matpel IPS dan Bindo
IPS (KD 3.3 dan 4.3)
3.3. Mengidentifikasi kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan serta kehidupan sosial dan budaya di lingkungan sekitar sampai provinsi.

4.3. Menyajikan hasil identifikasi kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan serta kehidupan sosial dan budaya.

Buku Maestro Yg Tema 8 Subtema 1. hal. 24-27
Kerja soal hal 26 (Ayo berlatih 7) dan kinerja 3 soal lihat pada hal 27

Bindo (KD 3.9 dan 4.9)
3.9. Mencermati tokoh - tokoh yang terdapat pada teks fiksi.

4.9. Menyampaikan kasil identifikasi tokoh-tokoh yang terdapat pada teks fiksi secara lisan, tulis dan visual

Sumber : Buku maestro hal : 28, bacaan lihat kembali pada hal 8 (Legenda Danau Toba)
Siswa SDN Naibonat ikut pembelajaran offline
Siswa SDN Naibonat ikut pembelajaran offline
Setiap Siswa SDN Naibonat dapat 1 buku  belajar offline
 Hasil belajar offline di rumah  oleh siswa SDN Naibonat .   

Kamis, 23 April 2020

MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

                                       
                                          
MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA GURU DAN SISWA BERTAHAN DI RUMAH
 BAGI GURU KABUPATEN   KUPANG
           
          Oleh SIMON ANUNU
Guru mengajar tanpa siswa adalah guru itu sudah tertular virus sinting gila mengong (SGM). Siswa belajar tanpa guru itu biasa. Lebih asik lagi kalau siswa dan guru berada dalam kelas berinteraksi  itulah pembelajaran yang intens. Idealnya komunikasi guru dan siswa harus tatap muka. Hal inilah yang dirindukan oleh guru dan siswa sekoah Dasar.Ketika Pemerintah menginstruksikan kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah demi mencegah penyebaran virus corona (Covid-19). Hal ini tersentak menghancurkan  hubungan guru dan peserta didik. Kini bukan satu dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi dua bagaikan pinang dibelah dua. Aduh sakitnya di sini.Tahap pertama di rumahkan  tanggal 20 Maret sampai  4 April 2020.anak masih senang. Tahap dua di rumahkan  tanggal  6 April-20 April 2020 anak dan guru mulai gelisah. Ketika pemberlakuan  tahap tiga tanggal  22 April  sampai dengan tanggal 30 Mei   2020  hancur harapan.Mengapa tidak hancur? Banyak orang tua mulai mempertanyakan masa depan anak . Ada anak yang menangis karena mau bertemu teman dan gurunya tapi apalah daya dibatasi  dan dipisahkan oleh pandemik  Covid 19.  Masih anak dan orang tua  datang ke rumah kepala sekolah. Walau pun sudah diberi tahu  perpanjangan  waktu di rumahkan dari tampak wajah anak dan orang tua semacam  tidak mau menerima kenyataan. Tapi apa hendak dikata, dunia sudah mengalami nasib begini.                Belajar dari rumah (LFH)  harus dilakukan  oleh siswa. Bekerja dari rumah  (WFH) itulah     yang dilakukan guru. Apa yang bisa mempersatukan guru dan  murid ? Biar jauh di mata namun dekat di hati. Ada beberapa hal  yang bisa menghubungkan guru dan siswa agar terjadi  pembelajaran adalah:1)  Ada siswa yang dari sono tidak ada HP. Alasan karena ekonomi orang tua lemah lembut. Lagi pula ada orang tua yang menggap kasih HP untuk anak adalah buang-buang doi. Jangan sampai salah gunakan . Masih ada orang menganggap kasi anak pegang HP nanti dia buat sembarang. Kini tuntutan zaman  harus belajar online orang tua mulai kelabakan.
2) Guru tidak mati akal. Ada guru saking rindu untuk mengajar ikut sampai dan ajar di rumah anak. Walau ada larangan pemerintah. Semangat dedi kasih tanpa upah dengan harapan upah besar di surga. Covid pun tidak pusing sadar sudah pulang kembali ke  rumah.
3) Guru membagikan Buku paket bahan ajar , buku pelajaran sesuai dengan tema untuk SD. SMP dan SMA sesuai mata pelajaran masing -masing. Hal  yang  terjadi di SDN Naibonat bagi siswa yang tidak memiliki  HP diinventarisir oleh wali kelas   dan diberlakukan pembelajaran ofline .
4) Pembelajaran Online  dilakukan bagi siswa  yang memiliki HP. Kalau yang terjadi di SDN Naibonat ada grup  WA  wali kelas masing-masing dengan orang tua. Materinya diWA-kan oleh guru kepada orang tua. Orang tua mulai pusing  membelajarkan di rumah sebagai peran pendidik pertama dan utama.
5) Kepala sekolah  membuat pengumuman online kepada Guru dan siswa  untuk melaksanakan tugasnya masing-masing. Kepala sekolah meneruskan format laporan  WFH yang diberikan oleh Dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Kupang.   Format  diisi oleh wali kelas dan guru mata pelajaran lalu diberikan kepada kepala sekolah  dan kepala sekolah laporkan sebagai laporan sekolah kepada kepala Dinas  sebagai laporan lembaga.
            Kesimpulan                Pembelajarn  ofline dan online  masih tetap ada kekurangan dan kelebihannya. Biasanyan  pembelajaran dalam  kelas masi ada yang tuntas dan tidak  tuntas. Tapi dalam     kundisi darurat covid 19  mau tidak mau harus berjalan. Sambil berdoa berharap  badai pasti berlalu.       Ada guru dari Kecamatan Fatuleu Barat melalui telpon seluler. Mengatakan: “ Saya pusing dengan anak – anak mau belajar online  atau ofline  kita cari setengah mati. Anak tidak belajar karena ada jaga burung dan jaga kera makan buang jagung di kebun”Dalam tulisan ini saya menjawab beberapa pertanyaan. Salah satunya adalah, Bagaimana membelajarkan anak  belajar dari rumah  di saat situasi covid ini?     

x